Halo teman-teman pembaca setia! Masih ingat kan obrolan kita di artikel sebelumnya soal rencana liburan tahun 2026? Setelah kemarin kita puas membahas Bandung dan beberapa sudut tersembunyi di pelosok nusantara, kali ini saya ingin mengajak kalian melangkah lebih jauh.
Kalau kalian merasa destinasi mainstream sudah mulai terlalu ramai, maka tahun 2026 adalah waktu yang tepat untuk bergeser ke arah Timur. Jujur saja, ada sesuatu yang magis saat kita menyeberang ke area Indonesia Timur. Bukan cuma soal pemandangannya, tapi sensasi “menemukan dunia baru” yang bikin setiap perjalanan terasa sangat personal.

Sumba: Bukan Sekadar Destinasi, Tapi Pengalaman Hidup
Saat saya pertama kali menginjakkan kaki di Sumba, rasanya seperti masuk ke mesin waktu. Bukannya mau melebih-lebihkan, tapi atmosfer di sana memang beda. Tahun 2026 diprediksi akan menjadi tahun di mana banyak orang mulai mencari ketenangan, dan Sumba adalah jawaban terbaik bagi mereka yang ingin “kabur” dari hiruk-pikuk kota besar.
Apa saja yang bisa kamu lakukan di sana?
- Menikmati matahari terbenam di Pantai Walakiri yang ikonik dengan pohon bakau uniknya.
- Mengunjungi perkampungan adat Ratenggaro untuk melihat rumah-rumah dengan atap tinggi yang megah.
- Berendam di air terjun biru kehijauan yang masih sepi pengunjung.
Tips Perjalanan Hemat ke Indonesia Timur
Banyak yang bertanya pada saya, “Apa nggak mahal kalau ke timur?” Wajar banget kalau kita khawatir soal biaya. Tapi kuncinya ada pada perencanaan. Berdasarkan pengalaman saya menjelajah berbagai daerah, berikut adalah cara supaya liburan 2026 kamu tetap masuk akal secara finansial:
Pesan Tiket Jauh-Jauh Hari
Maskapai ke destinasi seperti Sumba atau Labuan Bajo sering memberikan harga promo jika kita memesan minimal 3-4 bulan sebelumnya. Jangan tunggu sampai dekat hari keberangkatan kalau tidak mau dompet menangis.
Pilih Homestay Lokal
Alih-alih mencari hotel berbintang yang harganya melonjak tinggi, coba cari homestay milik penduduk lokal. Selain lebih murah, kamu juga bisa berinteraksi dengan warga sekitar. Percayalah, cerita-cerita dari mereka seringkali lebih berharga daripada fasilitas hotel mewah manapun.
Jangan Terlalu Banyak Pindah Lokasi
Seringkali kita merasa harus mengunjungi semua tempat dalam satu waktu. Padahal, menikmati satu lokasi dengan lebih mendalam justru jauh lebih menyenangkan. Kamu bakal lebih mengenal suasana, punya waktu buat nongkrong santai, dan pastinya lebih hemat biaya transportasi.
Mengapa 2026 Adalah Momen yang Pas?
Tahun 2026 bukan sekadar angka di kalender. Ini adalah momen transisi di mana akses transportasi ke daerah terpencil di Indonesia semakin membaik. Infrastruktur yang kini terus dikebut pemerintah membuat perjalanan yang dulunya memakan waktu dua hari, sekarang bisa ditempuh dalam beberapa jam saja.
Saya pribadi merasa bahwa setiap perjalanan kita ke pelosok Indonesia juga merupakan bentuk dukungan bagi ekonomi kreatif lokal. Dengan mengunjungi tempat-tempat ini, kita membantu perputaran uang di komunitas yang memang membutuhkan.
Liburan itu bukan cuma soal memori di kamera, tapi tentang bagaimana tempat-tempat baru tersebut mengubah sudut pandang kita terhadap dunia. Jadi, sudah siap menentukan destinasi mana yang bakal kamu tuju di 2026? Kalau kamu punya rencana unik atau destinasi impian lainnya, jangan ragu untuk tulis di kolom komentar ya. Kita bagi-bagi inspirasi! Sampai ketemu di perjalanan berikutnya!